Menurut saya tak percaya perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar menangkap Mantan Bendahara Demokrat Nazaruddin akan terlaksana.
"Sekarang kalau SBY marah, bilang tangkap Nazaruddin dan bawa ke Indonesia itu malah tidak (mungkin terlaksana),"
Menurut saya, dari dulu hingga sekarang apa yang diucapkan SBY selalu bertolakbelakang. "Kalau Pak SBY bilang A itu artinya B," kata dia.
Menurut saya misalnya mencontohkan kasus Lapindo, kasus Bank Century, dan kenaikan harga BBM yang dilakukan semasa SBY menjadi Presiden.
"Misalnya semburan lumpur Lapindo, SBY katakan korban harus diganti rugi hingga September 2006. lah sekarang tidak ada apa-apanya rakyat korban Lapindo tetap keleweran (kemana-mana)," .
jika SBY pernah minta kasus ini dibuka seterang-terangnya dan blak-blakan. "Namun kenyatannya kasus Century malah ditutup
Untuk kasus lainya seperti Century. ," .
Contoh kasus lainnya adalah dalam hal kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), pernah SBY mengatakan tidak akan menaikkan harga BBM. "Tahu-tahu pernah harga BBM naik," ujarnya.
Oleh karena itu, apakah SBY serius akan menangkap Nazaruddin di Singapura dan membawanya pulang ke Indonesia untuk diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Seperti diketahu Presiden SBY melalui Juru Bicara Julian Aldrian Pasha memerintahkan secara langsung kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk mencari, menangkap, dan membawa pulang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin di Singapura. Tujuannya agar Nazaruddin bisa memenuhi proses hukum yang bersangkutan di KPK sebab telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet.
Selasa, 05 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar