SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT KOOR AMATOLU HKBP BALIGE

Jumat, 25 Februari 2011

MUSEUM BATAK D TOBA SAMOSIR

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (17/1/2011) telah meresmikan Museum Batak di komplek TB Silalahi Center, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.Di awal tahun 2010, SBY memang telah menetapkan Instruksi Presiden No.1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010, yang didalamnya ditetapkan 14 program prioritas. Pada prioritas 11 Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi disebutkan Pengelolaan Kekayaan Budaya/kepurbakalaan, khususnya Revitalisasi Museum sebagai salah satu programnya.
Berdasarkan hal tersebut, Revitalisasi Museum 2010-2014 menjadi salah satu Program Unggulan yang tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 2010-2014. Pada pelaksanaannya program ini diampu oleh Direktorat Museum Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala selaku pembina permuseuman di Indonesia. Revitalisasi museum sebenarnya merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas museum dalam melayani masyarakat sesuai dengan fungsinya, sehingga museum dapat menjadi tempat yang dirasakan sebagai kebutuhan untuk dikunjungi. Salah satu museum yang direvitalisasi tahun 2010 adalah Museum Batak.
Fokus revitalisasi Museum Batak adalah penyajian di ruang pameran tetap. Tentu saja dalam penyajian ini, ada banyak hal yang disiapkan termasuk pembuatan alur cerita dan pemilihan koleksi yang akan dikomunikasikan kepada pengunjung. Salah satu cara yang ditempuh oleh Direktorat Museum adalah dengan melibatkan narasumber dan akademisi yang tentunya mengetahui kebudayaan Batak dan berasal dari Tana Batak.
Intan Mardiana, Direktur Museum menyatakan bahwa pendirian sebuah museum harus memerhatikan beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut adalah kajian museologis. Kajian ini telah dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata November 2010 lalu.  Pada prinsipnya, kajian museologis tersebut menekankan pada lokasi dan bangunan, kelembagaan dan sumberdaya manusia, koleksi dan penyajiannya, sumber dana, dan program Museum Batak di masa yang akan datang.
Selain merevitalisasi Museum Batak ini, tahun lalu ada lima museum yang telah direvitalisasi, yaitu Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat, Museum Provinsi Kalimantan Barat, Museum Provinsi Sumatera Utara, Museum Provinsi Jambi, dan Museum Provinsi Jawa Timur
Melihat dari kegunaan  museum tersebut apakah sudah ada dampak positifnya bagi masyarakat tobasa dan masyarakat indonesia secara umum kita lihat perkembangannya mudah-mudahan jangan museum itu hanya milik orang tertentu saja.
READ MORE - MUSEUM BATAK D TOBA SAMOSIR

MAZMUR 6:2

Ya TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu. (Mazmur 6:2)
Saudara yang terkasih, ada saat ketika kita jatuh, gagal dan merasa terpuruk. Ada saat ketika semua yang kita lakukan tidak berarti apapun bagi sesama kita dan ada saat ketika setiap orang memandang kita negatif, segala yang kita lakukan dianggap salah. Pengalaman yang seperti ini pasti menyakitkan dan akan berpengaruh dalam interaksi sosial baik secara fisik maupun mental.
Pengalaman inilah yang sedang dihadapi oleh pemazmur. Musuhnya yang datang dari Kush, orang Benyamin itu hampir saja menginjak-injak dia dan menaruh kemuliaannya ke dalam debu. Tetapi satu hal yang menarik dari pengalaman pemazmur bahwa ternyata dia mampu menyaksikan bahwa Allah itu hakim yang adil. Allah sanggup menjawab segala perkaranya dan Allah akan tetap mengasihinya. Sekalipun di dalam pergumulan itu, dia mau mengevaluasi diri dan mengaku dosanya di hadapan Tuhan serta memohon keampunan atas dosa-dosanya.
Saudara yang terkasih bagaimana dengan kita yang mengaku sebagai anak-anak Allah? Di dalam menghadapi pergumulan, perselisihan, penderitaan, apakah kita datang ke hadapan Tuhan dan memintaNya untuk menyelesaikan perkara kita? Namun kenyataannya kebanyakan orang tidak mau melibatkan Tuhan dalam setiap perkaranya karena mereka tidak mau mengaku dosa-dosanya, selalu merasa benar dalam setiap tindakannya dan akhirnya menghujat Tuhan di dalam masalah itu.
Oleh karena itu, Firman Tuhan yang kita saksikan hari ini mengajak kita agar kita mau menyerahkan diri penuh kepada Tuhan di dalam setiap masalah yang kita hadapi di dalam pelayanan, pekerjaan, studi, keluarga dan persekutuan kita dengan terlebih dahulu mengaku segala kelemahan kita, kekurangan dan dosa yang kita lakukan. Dengan demikianlah lahir pengakuan bahwa Allah itu Hakim yang adil. Amin
READ MORE - MAZMUR 6:2

HKBP BALIGE MERUPAKAN WAJAH HKBP

HKBP Balige terletak di pusat ibu kota kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Memiliki warga jemaat 1500 KK dilayani 3 orang Pendeta 1 orang Guru Huria dan 1 orang Bibelvrouw dan 40 orang Parhalado. Kini HKBP Balige telah berusia 128 tahun. Tuan Pandita Pilgram dikenal sebagai missionaris perintis benih injil (sitastas nambur) di daerah ini. Untuk melayani warga jemaat yang berjumlah 4000 jiwa ini   kebaktian diadakan 3 kali setiap minggunya dengan menggunakan bahasa batak Toba. Rata-rata warga jemaat yang mengukit kebaktian 900-1000 jiwa. Kehadiran Pendidikan Diakones, Akademi Perawat (AKPER) HKBP, Rumah Sakit HKBP  dan SD swasta HKBP persis di samping  gereja menuntut pelayanan yang maksimal.

HKBP_BLG_1__Small_.jpg

HKBP Balige Ressort Balige Distrik XI Toba Hasundutan sebagai salah satu gereja yang paling tua menjadi contoh bagi gereja-gereja HKBP lainnya. Warga jemaat baik di desa maupun di perantauan sering mencontohkan HKBP Balige sebagai jemaat selalu berkembang. Sebab kehadiran firman Tuhan di daerah ini membawa perobahan taraf kehidupan  bagi masyarakat. Beberapa sarjana dan para tokoh-tokoh nasional dan internasional lahir dari jemaat HKBP Balige. Memang HKBP Balige tidak pernah luput darti ingatan orang.  Dapat dikatakan HKBP Balige,  HKBP Pearaja Tarutung dan HKBP Kampung Kristen mempunyai beberapa kesamaan. Ketiga gereja HKBP ini disebut dengan istilah "bohi ni HKBP" (wajah HKBP). Jemaat HKBP tulen.
READ MORE - HKBP BALIGE MERUPAKAN WAJAH HKBP

Rabu, 09 Februari 2011

HORAS KOOR AMA TOLU

Pelayanan setiap adanya giliran Ama tolu menyumbangkan lagu puji-pujian setiap minggunya menjadi perhatian semua umat karena koor ama tolu selangkah lebih maju dalam mengumandangkan lagu puji-pujian diiringi dengan alat musik tradisional dengan berpedoman kepada yang tertulis dalam alkitab  "pujima Jahowa marhite angka uning-uningan "
READ MORE - HORAS KOOR AMA TOLU